MARTABAT TUJUH PAHAM HAKIKI

JABARUT = peringkat dibawah Lahut dan diatas Malakut KHATRAT = bisikan hati dari Alam Ghaib KERAMAT = perbuatan luar biasa oleh wali Allah KHIDR = namanya ialah Baliya Ibn Mulkan yang telah meminum Air Kehidupan KALAM – i – ZATI = Kalam Zat tanpa perkataan & bunyi KALAM – i – TAFSILI = kata kata dalam perkataan = Kalam – i- Lazfi. PENTAJALLIAN MANUSIA MELALUI TUJUH ALAM Saudara muslimin & muslimat yang dihormati ! Barangkali ada baiknya kita ulangi semula apa yang telah kita pelajari setakat ini, berkaitan penciptaan manusia agar pemahaman kita lebih mendalam. 

Kali ini marilah kita melihat penciptaan manusia itu dari Alam – Alam Penciptaannya. Dengan Tajallinya BENIH yaitu Mani Setitik Maka Terciptalah Manusia Yang Lengkap ( Akbar ) Dikandung oleh Mani itu ( ain Sabitah ) ialah WUJUD tetapi belum nyata wujudnya – umpama Dalam biji sawit lengkaplah segala-galanya yaitu akarnya, batangnya, pelepah, bunga, tandan buah malah biji biji sekali.. Berarti Wujud Jasad ( Jasmani ) & Wujud Ruh ( Ruhani ) Melalui Tujuh ( 7 ) Alam atau Mertabat Pentajallian. Dalam Ilmu Hakikat ini dirujuk sebagai MERTABAT TUJUH. 

ALAM LAHUT Dimana Wujud Zat sedia-dianya. Belum ada satu pun wujud yang lain. ALAM JABARUT Ditajallikan Muhammad Mustaffa ( Hakikat Muhammad ) yaitu Sifat Zat Yang Agung melalui NURZAT melalui ILMUNYA yang SIRR / RAHASIA oleh KUDRATNYA disebabkan IRADATNYA. Apabila Tajalli SifatNya Muhammad Mustaffa, maka dipancarkanNyalah HAYATNYA maka hiduplah Muhammad didalam Wahdaniat pada SifatNya yaitu MENGESAKAN ZAT yang menjadikanNya. 

Muhammad dikatakan Mustaffa yaitu yatim piatu kerana ianya tiada diperanakkan atau beranak. Asma atau namaNya ialah Allah. ALAM MALAKUT Muhammad Mustafa pula mentajallikan malaikat melalui NurNya Nur Muhammad. Satelah terciptanya Malaikat, oleh kerana asyiknya Muhammad kepada ZatNya, Muhammad telah menyatakan kepada malaikat bahwa Iainnya bernama Allah yaitu Tuhan Sekalian Alam. Maka malaikat pun mengenali Allah melalui Sifat 20 di-Alam Malakut dan kenallah malaikat akan dirinya bahwa ianya adalah sifat kepada Sifat Zat Yang Agung, Muhammad Mustaffa. ALAM RUH Penciptaan Dunia Allah telah memerintahkan malaikat Jibrail, Izrail, Mikail & Israfil untuk mencipta dunia ini. 



Izrail mencipta bumi dan kehidupan
Jibrail mencipta langit dan lautan
Mikail mencipta bulan dan matahari
Israfil mencipta angin dan udara

Satelah terciptanya dunia, barulah Allah menciptakan manusia untuk dijadikan Khalifah didunia. Manusia diciptakan oleh Allah atas permintaan Muhammad. Malaikat dijadikan panduan menzahirkan rupa manusia :

Jibrail sebagai cermin
Mikail sebagai rupa
Israfil menghantar ruh
Izrail sempurnakan sifat

Maka wujudlah manusia yang lengkap dengan segala sifat malaikat dikenali sebagai RUH. Ianya dikenali sebagai MANUSIA AWAL. Yang demikian malaikat ialah kembar manusia dan manusia itu sesifat malaikat. Dialam ruh manusia ujud tetapi belum kelihatan oleh pandangan kerana belum diberi jasad.

Setelah Ruh Manusia diwujudkan dari sifat malaikat, Zat memperkenalkan diriNya melalui SifatNya Muhammad Mustaffa sebagai Tuhan Manusia & Tuhan Semesta Alam bernama Allah.

Maka Ruh Manusia pun mengenali akan Tuhannya yaitu Zat Mutlak melalui SifatNya Yang Agung Nur Muhammad bernama Allah

Ruh Manusia juga mengenali dirinya yaitu:

Dirinya sesifat malaikat.
Malaikat sesifat Muhammad Mustaffa / Nur Muhammad.
Muhammad Mustaffa pula ialah Sifat Zat Mutlak Yang Agung ditajalikan melalui NURZAT.
Zat pula meliputi (SE) SifatNya yaitu Muhammad Mustaffa.
Sifat Zat pula ialah Zat Mutlak itu sendiri.

Ruh memohon agar Allah memberikan DUNIA untuk ditadbirnya sebagai khalifah. Tuhan menunaikan permintaan dengan memberikan Jasad dan alam semesta untuk didiami dan ditadbir oleh ruh manusia (Jasad = Alam Saghir / Kecil Alam Semesta = Alam Kabir / Alam Maya.

Sebelum ruh manusia diberikan Jasad dan Dunia, Allah telah meminta mereka membuat Perjanjian dan Pengakuan seperti berikut:

- Ruh berikrar dan mengaku bahawa Zat Mutlak yakni Allah-lah Tuhan Semesta Alam dan mereka ( ruh & alam ) adalah HAMBA.
- Sebagai hamba mereka tidak akan menyengutukan Allah dengan yang lain. Yang Wujud Hanya Allah.
- Akan tetap mengenali Asal Usul Dirinya dan mengembalikan Hak Allah yang diberikan kepadanya yaitu jasad & ruh dengan sempurna ( tidak akan memisahkan ruh & jasad atau SE-kan dirinya )
- Akan menjadi CERMIN BERKILAP bagi allah dan menjaga RAHASIA dan AMANAH ALLAH serta mengembalikan rahsia dan amanah itu kepada Allah bila tiba masanya.
- Menjalankan SYIAR ALLAH 
Allah pula berjanji :

- Ruh akan diberi Jasad sesifat dirinya ( ruh )
- Urusan kehidupan ruh didunia adalah semata-mata urusan Allah dan perbuatan manusia adalah Af’al Allah semata-mata. Baca Juga : Pandangan-tauhid-hakiki

Related Posts



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Link

Komentar

SUARA KOTA PONTIANAK

ENTER YOUR EMAIL ADDRESS :

DELIVERED BY SUARA KOTA PONTIANAK ||| 🔔E-mail : ptmkspontianak@gmail.com

🚀POPULAR POST

KRONOLOGI JATAH SAHAM PERPANJANGAN KONTRAK DENGAN FREEPORT DIREALESE OLEH PROF MAHFUD MD PADA MEDSOS TWITTER

My blogs

POTENSI KORUPSI DANA BANSOS DI MASA PANDEMI COVID-19

Pripacy Policy

Disclaimer

🔂 FOLLOWERS