KERJA YANG KUAT
Seorang pekerja harus memiliki kemampuan
memahami bisnis dengan baik sehingga ia mampu membuat komitmen yang lebih
tinggi dari pada orang lain. Komitmen adalah suatu janji pada diri sendiri
ataupun orang lain yang tercermin dalam sebuah tindakan. Seseorang yang
berkomitmen pasti dapat menepati dan mempertahankan janji itu sampai akhir.
Komitmen tinggi merupakan totalitas seorang
pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kapadanya. Seorang
pekerja yang bekerja dengan penuh komitmen akan mengerahkan seluruh pikiran dan
tenaganya dalam mnyelesaikan setiap tugas hingga tuntas.
Tingi rendahnya komitmen yang dimiliki seseorang pekerja akan mempengaruhi hasil dari pekerjaannya. Jadi, hasil maksimal atau mengecewakan dalam suatu pekerjaan bergantung apakah seseorang focus atau tidak dalam bekerja. Focus dan totalitas merupakan inti dari komitmen seoarang pekerja professional.
Dalam merealisasikan komitmen tinggi seorang
pekerja harus rela bekorban demi mempertahankan ketaatan dan kepatuhan yang
didasarkan atas janji-janji terhadap diri sendiri dan tertanam di dalam pikiran
banyak orang yang gagal dalam berkomitmen. Factor pemicu kegagalan tersebut,
mulai dari goyahnya keyakinan, gaya hidup yang tidak benar, pengaruh
lingkungan, hingga ketidakmampuan mengatasi berbagai masalah kehidupan. Gagal
dalam berkomitmen juga menunjukkan lemahnya integritas diri.
Seorang pekerja yang memiliki komitmen tinggi
pun belum sepenuhnya mampu menghasilkan kinerja maksimal. Sebab, masing-masing
pekerja tentu masih memiliki naluri kemanusiaan, yakni mudah tergiur dengan
hal-hal di luar dirinya. Ketika seorang pekerja masih cendrung reaksioner
terhadap gejala yang timbul di sekelilingnya, biasa jadi dalam menjalankan
pekerjaan ia akan mengalami pecah focus.
Maka, sangat penting pula seorang pekerja memiliki kemampuan
pengendalian diri secara total.
Guna menjadikan diri lebih terkendali dalam
dunia kerja, seoarang pekerja dapat berupayan menjadi pribadi yang sabar, ulet,
disiplin, serta menumbuhkan semangat kerja sama dengan tim. Kesabaran seorang
pekerja akan menuntun dirinya lebih cermat dan teliti dalam menyelesaikan kewajiban berupa pekerjaan.
Selain itu, dengan menjadi diri yang sabar atau tabah, seorang pekerja tidak
akan mudah mengeluh setiap menhadapi persoalan.
Keuletan, artinya sikap tangguh, kuat, serta
tidak mudah putus asa. Keuletan merupakan jalan terang untuk mendapatkan hasil
yang sempurna. Seorang pekerja tangguh yang memiliki keuletan berjuang
senantiasa tidak mengenal lelah dan pantang menyerah. Namun, keuletan di sini
bukan bearti memaksakan agar memiliki kemampuan, melainkan mengolah, mengasah,
serta memanfaatkan kemampuan diri dan potensi lingkungan yang ada untuk
merealisasikan visi.
Selanjutnya, disiplin berarti ketaatan
terhadap aturan. Dengan sikap disiplin akan terlahir mental yang kuat dan tidak
mudah menyerah. Seorang pekerja tangguh tidak akan menyia-nyiakan aturan yang
ada, baik itu tertulis ataupun tidak tertulis, tetapi telah mengakar kuat
dilingkungan kerja tersebut. Sikap taat terhadap aturan berarti menghormati
diri sendiri. Jika seorang pekerja sudah melakukan hal itu maka secara tidak
langsung orang lain akan memberikan penghormatan kepadanya.
Selanjutnya, kerja sama akan melahirkan
kekuatan pribadi yang akan menolong seseorang untuk mawas diri dan berusaha
berbuat lebih baik. Fungsi lain dari kerja sama ialah memperbanyak teman,
bersikap murah hati, serta melatih banyak tersenyum. Dengan hal sepele berupa
senyum, kerja sama akan tercipta. Dalam hal ini, kerja sama yang baik akan
menciptakan lingkungan kerja nyaman, baik bagi diri sendiri maupun rekan kerja.
Bayangkan jika anda berada di bawah satu
atap, tetapi ada permusuhan yang membuat suasana tempat kerja seperti neraka.
Hal seperti ini pasti diharapkan tidak pernah terjadi. Sering kali kegagalan
anda dalam melaksanakan komitmen terkait erat dengan integritas diri. Maka,
langkah pasti dalam menyiasati hal tersebut ialah mempertajam kepekaan terhadap
lingkungan. Selain itu, anda juga perlu memperhatikan factor-faktor penunjang
kokohnya komitmen.
Adapun factor-faktor yang mendukung komitmen
seorang pekerja semakin kokoh dijelaskan dalam uraian berikut ini.
a.
Konsisten,
tegas dan adil
Seorang pekerja
tangguh harus memiliki karisma karena akan memperlihatkan kinerjanya yang
konsisten, teguh pendirian, serta tidak mudah terpengaruh. Adil (fair) artinya bisa menerima perbedaan,
yaitu kelebihan dan kekurangan orang lain. Ia juga senantiasa memperbaiki
kekurangan diri sendiri sehingga tidak sibuk hanya menilai orang lain. Selain
itu, pekerja tangguh harus tegas sehingga menampakkan kewibawaan dalam
berintegrasi dengan orang lain, baik itu partner kerja maupun rekan bisnis.
b.
Cerminan
Artinya, seorang
pekerja tangguh menjadi suri teladan bagi masyarakat di lingkungannya. Pekerja
tangguh harus memiliki sikap bijaksana serta mau menerima saran dan kritik dari
orang lain. Meskipun saran dan kritik tersebut bernuansa pahit, demi kebaikan
bersama dan diri sendiri maka ia menerimanya dengan ikhlas. Bahkan, ia
menjadikannya sebagai bahan intropeksi untuk kebaikkan.
c.
Berkonsentrasi
kepada manusia
Pekerja tangguh harus
memperhatikan masalah, keinginan, dan perkembangan yang terjadi. Hal ini
penting agar tercipta suasana kerja yang menyenangkan bagi pekerja lain. Dengan
demikian, mereka turut bergairah dalam bekerja.
Dari ketiga hal yang dapat menopang komitmen
sebagai pekerja, anda bisa membuat tujuan dan visi kerja yang tinggi. Sebab,
melalui ketiga komponen tersebut, anda akan menjadi lebih siap dan percaya diri
dalam melakukan pekerjaan. Dengan demikian, anda bisa menentukan prioritas
untuk menyelesaikan setiap tugas. Baca juga Cerdas-mengelola-emosi
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Komentar
Posting Komentar
SKP : MENANTI KOMENTAR ANDA DALAM RANGKA MEMBERIKAN MASUKAN SARAN DAN PENDAPAT.....