SANG MURSYID (10)

SANG MURSYID (11)
Pangilan Mursyid senantiasa berdendang dalam diri kita.
Tak pernah putus-putus panggilan tersebut, mengajak diri yang zahir (maksudnya : diri yang terlena dimabuk dunia) untuk ber-dialog, Ia senantiasa ingin berkomunikasi.. membicarakan berbagai masalah.. tapi jarang untuk kita mendengarkan panggilan tersebut, pangilan yang penuh KERINDUAN.
Mursyid mengajarkan untuk mendengarkan suara KERINDUAN.
Suara Kerinduan mengabarkan kepada kita tentang berita baik dan berita buruk (Basyiran wa Nadziran)Suara Kerinduan = Suara Hati Sanubari Yang Dalam = Suara Tuhan = Firman =Wahyu, (Maksudnya : Pemberian namanya boleh macam2, suara Originalnya SATU jua, cari sumber suara tersebut jangan hiraukan terhadap penamaannya, OK).
Mendengarkan suara Kerinduan adalah HAK setiap orang.
Permasaalahannya adalah bagaimana mendapatkan HAK tersebut?
Jawabannya sederhana saja, Penuhi dulu ke-WAJIB-annya maka HAK-pun akan didapatkan.
Tidak ada Kewajiban = tidak ada Hak = Kerjakan kewajiban tanpa di mintapun hak itu akan datang.
Mursyid akan mengajarkan kepada siapa saja yang ingin menemukan atau mengenal suara kerinduan ini.
Salah satu terapinya adalah mengikuti perintah HATI.
Perintah Hati adalah : Keinginan Pertama yang terlintas dan muncul dalam Hati Sanubari.
Kita sering merasakan hal ini tetapi jarang untuk kita memperhatikan keinginan pertama ini, apalagi untuk mengikutinnya.
Kalau kita abaikan perintah ini.. maka keinginan pertama tadi akan masuk ke ranah Pikiran, di wilayah sini keinginan itu akan berkurang kemurniaannya apalagi kalau sampai masuk ke ranah Nafsu (jiwa) maka semakin “terkontaminasi” lebih banyak lagi, yang cenderung membawa ke nilai-nilai negatif.
Pepatah mengatakan HATI adalah RAJA
Suara Hati = suara Raja
Ucapan Raja = Titah = Perintah = Mantra = Makbul. Oleh karena itu !!!
Dengan melatih dan melaksanakan atau mengikuti suara Hati (maksudnya : keinginan pertama yang terbesit dalam hati) maka suara KERINDUAN ini akan ditemukan.
Metode diatas adalah dasar yang harus di jadikan kebiasaan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Cara ini cukup efektif dalam rangka mempersiapkan diri menerima lebih lanjut lagi ilmu yang akan disampaikan oleh Mursyid, anggaplah sebagai “warming up” dulu. Metode selanjutnya untuk lebih dekat lagi dengan suara Kerinduan maka mintalah arahan dari Mursyid.
Carilah Pusat suara Kerinduan itu berdendang, agar kelak dapat mendengarkan dengan baik, janganlah melalaikan aset yang berharga ini, karena inilah modal bagi Kehidupan.
“Pada hari itu, manusia mengikuti (menuju kepada SUARA) penyeru dengan tidak berbelok-belok, dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.” (Thaha : 108).

Related Posts



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Link

Komentar

SUARA KOTA PONTIANAK

ENTER YOUR EMAIL ADDRESS :

DELIVERED BY SUARA KOTA PONTIANAK ||| 🔔E-mail : ptmkspontianak@gmail.com

🚀POPULAR POST

KRONOLOGI JATAH SAHAM PERPANJANGAN KONTRAK DENGAN FREEPORT DIREALESE OLEH PROF MAHFUD MD PADA MEDSOS TWITTER

My blogs

SYAIKH SITI JENAR : AL-FATIHAH SALAH SATU KUNCI NGIBADAH

POTENSI KORUPSI DANA BANSOS DI MASA PANDEMI COVID-19

KEKUASAAN ALLAH ITU MUTLAK MENURUT SANG PROFESOR

🔂 FOLLOWERS