PERJALANAN JIWA (1)
Diri = tubuh + jiwa + nyawa
Tubuh = barang baru saja
Jiwa/roh = barang lama jua
Nyawa = pengikat tubuh + jiwa = unsur kehidupan
(Maksudnya
: bilamana unsur yang membangun hidup itu rusak maka jiwa tak bisa
beroperasi lagi, artinya tubuh akan ditinggalkan jiwa)
Berbicara tentang diri, ujung-ujungnya akan berbicara perjalanan jiwa yaitu Reinkarnasi..
Reikarnasi = migrasi jiwa =
masuknya jiwa ke dalam tubuh = kelahiran kembali
Bagi
yang tidak terbiasa dengan kata ini cobalah untuk berpikir jernih
sejenak, dengan tidak merasa “alergi” dulu dengan kata reinkarnasi ini,
hanya karena kata ini identik dengan golongan tertentu.
Didalam
Al-Qur’an sebenarnya banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang
reinkarnasi (maksudnya : Ayat-ayat reinkarnasi = ayat-ayat Mutasyabihat =
ayat yang perlu di pahami maknanya dengan berpikir dan merenungkannya =
yang tersirat).
Seperti : An
Nahl ayat 70 : “Allah menciptakan kamu. Kemudian, Allah mewafatkan kamu
(mengakhiri hidupmu di bumi ini), dan di antara kamu ada yang
dikembalikan pada umur yang paling lemah, agar dia tidak mengetahui lagi
sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesunggunya Allah Maha Mengetahui
dan Maha Kuasa.”
An
Nahl ayat 77 : “Dan kepunyaan Allah-lah segala yang gaib di langit
maupun di bumi. Dan, tidaklah perintah kebangkitan itu selain sekejap
mata atau lebih cepat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu.”
An
Nahl ayat 78 – “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam
keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun. Dan Dia memberimu pendengaran,
penglihatan dan fuad agar kamu dapat bersyukur.”
Yasin
ayat 68 : “Dan barangsiapa yang Kami panjangkan hidupnya niscaya Kami
kembalikan pada kejadiannya. Apakah mereka itu tidak
memikirkannya?”..................<masih banyak lagi>!!!
Seandainya
belum bisa juga menerima pemahaman ini, tentu bisa saja dimaklumi
karena selama ini mungkin belum pernah diberikan pemahaman yang tepat
tentang ayat-ayat diatas.
Namun ketahuilah bahwa reinkarnasi bukanlah sesuatu hal yang aneh, bukan
juga suatu bentuk kepercayaan yang harus di yakini atau tidak diyakini,
karena kita bukan berada di luar kepercayaan ini namun di dalamnya. Hal
ini hanyalah Hukum Alam biasa yang sudah menjadi ketetapan dari Tuhan,
dan kita adalah komponen yang berada didalam Hukum Alam ini.
Bahwa,
sama-sama telah kita ketahui yang namanya jiwa itu tidak mengenal mati,
oleh karenanya jiwa ini akan mengalami reinkarnasi-reinkarnasi.
Permasaalahannya adalah mau sampai kapan ber-reinkarnasi?
Bahwa, segala sesuatu akan berakhir itu pasti !
Namun semuanya itu dikembalikan lagi kepada diri yang menjalaninya, mau sampai kapan berakhirnya?
Bukan-lah
Allah yang menentukan kapan berakhirnya namun kita-lah penentunya,
bukan-lah wayang tergantung dari dalangnya namun dalang akan mengikuti
bagaimana peran yang dibawakan si wayang.
Dunia
adalah sekolahnya kehidupan, ibarat bersekolah maka kita perlu
meningkatkan kwalitas hidup agar bisa melanjutkan ke kelas berikutnya,
kelas/derajat akan mengikuti kwalitas diri, jadi jelas disini bahwa
penentunya adalah kita.
Tuhan
ibarat kepala sekolah yang mengeluarkan ijasahnya, namun nilai-nilai
didalamnya adalah kita yang memberikan sendiri, ijasah inilah yang
menentukan nasib ketika kita akan “mencari pekerjaan” pada kehidupan
yang baru.
Hadist
Nabi : “Dunia sekarang adalah ladang bagi kehidupan berikutnya, siapa
yang menanam sekarang, ia pula yang menuainya nanti”
Al
Mulk ayat 2 : “Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan. Dengan cara
itu Dia mendidik dan melatihmu, dan untuk memberikan nilai bagi siapa
yang lebih baik amalannya. Dan, Dia itu Maha Perkasa dan Maha
Melindungi”
(Maksudnya
: prosess mati-hidup-mati-hidup-mati-hidup, di dunia ini untuk melatih
manusia, agar manusia mau meningkatkan kwalitas dirinya)
Jadi mau sampai kapan..? semua tergantung “bagaimana” kita ! Baca juga PERJALANAN JIWA (2)
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Komentar
Posting Komentar
SKP : MENANTI KOMENTAR ANDA DALAM RANGKA MEMBERIKAN MASUKAN SARAN DAN PENDAPAT.....